Dampak dampak yang ditimbulkan dimasa yang akan datang...
Mabfaat AI masih menjadi Pertanyaan Besar. Negara maju mepertanyakan manfaat ai, dan dinegara berkembang seperti indonesia menganggap membahayakan dunia pendidikan. resiko secara blum bisa diidenfikasi secra sempurna. kondisi manuasia dilewati oleh AI. Mimpi buruk singlariy, lapangan kerja semakin hilang digantikan oleh AI.
Singlarity : mitos atau Realitas .. Bebrapa Tahap 1 (rule Based Ai Syatem, 2 Stage (context awarness & and retention System .stage 3 (domain spesifik mastery sistem) stage 4 (Thingking and reasoning AI System) Stage 5 (The Birt Of a new Mind; Artificial General Intelengge). staage 6, artififcial super intelengge.
Harry G Farankurt: Memeiliki kemampuan tapi tidak punya penalaran, karena ada seusatu yang lebih tinggi dari al goritma. tidak punya intension. dirang untuk menyerupai buatan manusia. Ternyata ai bisa salah seperti intruksi perhitungan bilangan prima. tenyata salah dalam menjawab. Ai bukanlah hal yang istimewa. Pernah suatu kasus, namanya masuk sebagai tersangka kasus produksi.
Apaka AI Memiliki kesadaran, Selama belum ada kesadaran maka belum punya kehidupan. 800 ribu orang indonesia yang addictif internet. Pertanyaanya boleh tidak menikah dengan AI. AI dictrakan baik dan juga ada buruk. Ai mengalami kesadara atau mendekati kesadaran sebesar 68 persen berdasarkan survey..Menjelaljari Kesuksesan dalam teori Kuatum, kekuatan prediktif, beragam aplikasi, inovasi teknologi, pergeseran paradigma Fisika.
Tantangan Utama dalam Interpretasi Teori Kuantum
Superposisi: Fisika kuantum memperkenalkan konsep superposisi, di mana partikel dapat berada dalam berbagai keadaan secara bersamaan, menantang gagasan tentang realitas pasti. Efek Pengukuran: Tindakan pengukuran dalam eksperimen kuantum memengaruhi hasil dengan cara yang tidak terduga, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang peran pengamat dalam membentuk hasil eksperimen.Keterikatan Partikel: Keterikatan kuantum menunjukkan hubungan yang lebih dalam antara partikel yang melampaui ruang dan waktu, menimbulkan pertanyaan tentang sifat realitas dan hubungan antara entitas yang terjerat. Tantangan Interpretasi: Fenomena kuantum seperti interferensi dan paradoks EPR menantang gagasan tradisional tentang realitas dan independensi pengamat, sehingga menimbulkan perdebatan tentang peran kesadaran di alam semesta fisik.
David Bohm: Tentang Kesadaran. Interpretasi Bohmian: Bohm mengusulkan mekanika kuantum alternatif dengan posisi dan momentum pasti untuk partikel, berbeda dari interpretasi klasik. Efek Bohm-Aharonov: Ditemukan oleh Bohm dan Aharonov, menunjukkan bahwa medan magnetik dapat mempengaruhi partikel bahkan di daerah yang seharusnya nol. Teori Kuantum Yang-Mills: Bohm berkontribusi pada pengembangan teori ini, yang membahas interaksi kuat antara partikel subatom. Teori Gaya Kuantum: Kontribusi Bohm dalam memahami hubungan antara partikel dan medan dalam fisika kuantum. Fisika Plasma: Bohm berperan dalam memahami perilaku plasma dalam medan magnetik. Orang Percaya Sains dan bersamaan percaya pada tuan,menurutnya itu sangat mungkin. David BOHM yang Meliputi ummat Manusia adalah Kesadaran.
Rojer Pendrose; Teori Relativitas Umum: Penrose menyumbang dalam memahami relativitas umum, terutama mengenai struktur singularitas dan lubang hitam, serta merumuskan "teorema ketidaklengkapan". Geometri Diferensial: Penrose terkenal dengan kontribusinya dalam geometri diferensial, termasuk pengembangan diagram Penrose yang menggambarkan ruang waktu melengkung. Kosmologi: Penrose berperan dalam memahami struktur dan evolusi alam semesta, dengan mengembangkan teori Big Bang bersama Stephen Hawking dan model kosmologi siklik. Keterbatasan Pemahaman Matematika: Penrose dikenal melalui bukunya "The Emperor's New Mind", di mana ia mengeksplorasi hubungan antara kesadaran manusia dan fisika kuantum. Kontribusi terhadap Big Bang: Meskipun tidak langsung terlibat dalam penemuan Big Bang, Penrose memberikan kontribusi penting dalam memahami kosmologi dan evolusi alam semesta.
Teorema Godel : Pada tahun 1931, Gödel mendemonstrasikan bahwa teori apa pun yang mampu membuktikan aritmatika dasar pastilah tidak konsisten atau tidak lengkap. Pada dasarnya, teori yang ketat secara matematis tidak dapat membuktikan konsistensinya sendiri. Penrose menafsirkan hal ini dengan menyatakan bahwa ahli matematika manusia dapat membuktikan hasil yang tidak dapat dibuktikan oleh Gödel, yang menyiratkan bahwa mereka beroperasi menggunakan algoritma yang tidak dapat dihitung.
Tidak ada komentar